Gua Margo Trisno, Nganjuk, Jawa Timur

· Posted in , , ,

Lokasi: Desa Sugih Waras, Kecamatan Ngluyu, Nganjuk, Jawa Timur
Biaya Masuk: Rp. 6000
Biaya Sewa Lampu: Rp. 1000
Jenis Wisata: Alam



Lokasinya agak sulit dijangkau. Banyak jalan-jalan kecil, sepi, dan terletak di daerah hutan. Anda masih dapat memakai mobil untuk kesana, tetapi saya sendiri lebih suka memakai sepeda motor. Karcis masukknya murah, Ada dua jenis karcis yang harus dibeli, karcis masuk dan karcis penyewaan lampu. Tapi herannya, saya tidak diberi lampu, sebagai gantinya, di dalam gua ada seorang penjaga pria yang membawa lampu senter (Apa ini yang dimaksud dengan meminjam lampu?)



Tempat parkir lumayan luas, baik bagi sepeda motor atau mobil. Banyak pohon-pohon besar dan rindang yang menutupi kendaraan dari panas matahari. Tapi jangan kuatir, sepanjang saya disana rasanya adem-adem aja. Mendung. Tidak terasa ada mentari yang mencapai kulit saya. Suhunya sama dengan suhu kalau kita berada di gunung-gunung.


Banyak warung-warung makanan di dekat tempat parkir. Maklum, disamping karena tempat wisata gua, ada kolam renang disana. Baik berenang atau mendaki jalan menuju ke gua sama-sama membuat orang lapar. Bagi yang kelaparan, bisa memesan pecel dengan balutan daun jati. Tetapi bagi yang agak saja, bisa pesan Pop Mie.



Fasilitas? Hemm.... agak minim menurut saya. Ada WC dan tempat mandi dekat parkiran. Saya rasa ini lebih diperuntukkan bagi yang berenang. Bagi pengunjung gua... siap-siap merana kalau sudah masuk ke area perjalanan ke gua, karena toilet di jalan menuju kesana sudah berubah jadi toilet hantu. Tak terawat. Maka sebaiknya Anda buang air kecil dan besar di parkiran saja sebelum memulai perjalanan.



Pengunjung gua yang capek bisa beristrirahat di gasebo-gasebo dan kursi-kursi sepanjang perjalanan. Tapi sayang juga, kelihatannya gasebo-gasebonya tak terawat, apalagi jika musim hujan. Gua ini memang tidak cocok dikunjungi saat musim hujan. Pertama-tama karena jalan menuju disana tidak semuanya mulus di tengah-tengah. Kedua, ada bagian gua yang begitu pengap dan bau karena kotoran kelelawar bercampur dengan air.





Menurut penuturan penduduk disana, gua ini mempunyai beberapa sejarah yang menarik. Pertama-tama, gua ini adalah pertapaan bangsawan Demak, Raden Alip dan kekasihnya, Nur Siti. Konon permintaan kedua pasangan ini akan kedamaian dan keabadian cinta mereka tercapai dan mereka mati di gua ini. Raden Alip dimakamkan di daerah sekitar sana. Kedua, gua ini pernah dijadikan tempat pasukan Majapahit untuk menyusup ke daerah pemberontakan Ronggo Lawe, Tuban dan Bojonegoro.

Leave a Reply

Diberdayakan oleh Blogger.